Seputar Kehidupan Sosial

Special Thanks

To: Dr. Eng. Supriyanto, M.Sc

You gave me a great inspiration to improve my self. If I saw you, I would see a man like my father who always tell me how to thank to Allah SWT for everything..

----


Saya terpana beberapa saat begitu membaca tulisan di atas pada secarik kertas yang menempel dibalik bingkisan sebuah buku dari mahasiswa FKM-UI. Walaupun hanya terdiri dari dua kalimat, namun ia cukup untuk menjelaskan kesan penulisnya selama berinterkasi dengan saya di semester ganjil tahun 2008. Alhamdulillah.

Suasana mengajar di FKM, tidak seperti suasana mengajar di Fasilkom maupun di Fisika. Di FKM, setiap kali mengajar, saya selalu berhadapan dengan lebih dari 120 mahasiswa dalam satu ruangan besar. Malah pada tahun 2007 di semester ganjil, tak kurang dari 240 mahasiswa hadir dalam setiap kali perkuliahan Fisika. Benar-benar jumlah yang sangat fantastis untuk ukuran proses belajar-mengajar yang manusiawi. Mungkin jumlah peserta kuliah Fisika yang sangat besar itu akan selalu mengalahkan jumlah peserta seminar kesehatan yang secara rutin di adakan di FKM..

Tak ada persiapan yang istimewa ketika akan mengajar di FKM. Bahan mengajar disajikan dalam bentuk slide presentasi yang penuh ilustrasi gambar ataupun foto dan terkadang movie. Selebihnya saya hanya mengandalkan kemampuan komunikasi verbal saat mengelaborasi content yang terkandung dalam setiap slide yang terpampang di layar putih. Seingat saya, hampir tidak pernah ada kalimat maupun pembahasan diluar konteks materi perkuliahan. Kecuali satu dua kali yang arahnya memberikan teguran dan nasehat kepada mahasiswa untuk menjaga disiplin dan suasana saling menghormati. Namun itu sama sekali bukan khutbah agama. Semua itu mengalir dari mulut saya dalam kapasitas sebagai seorang dosen yang sedang mengajar di kelasnya.

Rasanya tak ada yang istimewa dari penampilan saya saat mengajar di FKM. Pakaian yang saya kenakan tidak bisa dibilang mahal dan mewah. Kemeja lengan panjang ber-merk Alisan. Celana panjang hasil jahitan tukang jahit dipinggir jalan raya Kukusan. Dan sepatu sendal merk Converse yang sudah 8 tahun saya injak-injak dan kondisinya semakin mengenaskan. Talinya yang dibagian kanan hampir putus atau tinggal menunggu saatnya putus dan akhirnya akan dibuang karena sudah tak mungkin diselamatkan. Kadang-kadang, jika mau sedikit formal, saya mengenakan sepatu kulit merk Carvill yang usianya juga sudah 8 tahun. Pinggirannya agak sedikit menganga dan bagian alasnya sudah miring sebelah karena terkikis aspal jalan. Jam tangan dan cincin sama sekali tidak pernah menghias tangan dan jari. Parfume yang tidak bermerk saya kenakan sekedar untuk menjaga agar mahasiswa yang ingin berdialog dari dekat bisa merasa nyaman dan terhindar dari bau yang secara alamiah akan keluar dari badan saya.

Apalagi ya.. ????

Rasanya tak ada satupun yang istimewa dari saya ketika tampil mengajar di FKM. Sampai dengan tulisan ini saya buat, saya masih tak habis pikir, kira-kira apa yang membuat salah seorang mahasiswa tergerak untuk menulis kesan pribadi dirinya tentang saya dengan kalimat.... You gave me a great inspiration to improve my self. If I saw you, I would see a man like my father who always tell me how to thank to Allah SWT for everything..

Oleh karenanya, saya lebih cenderung untuk memaknai kedua kalimat itu sebagai nasihat dari mahasiswa buat diri saya pribadi. Mudah-mudahan kelak dikemudian hari saya bisa mengajar lebih baik lagi, khususnya diberi kemampuan untuk menggugah semangat hingga akhirnya memunculkan great inspiration buat mahasiswa yang saya ajarkan di FKM. Serta diberi kemampuan untuk menasehati mahasiswa agar bisa lebih bersyukur atas karunia yang telah Dia berikan.

--(Depok, 20081223)--

Kembali ke halaman Daftar Judul Catatan